Buruh Tapi Merdeka

www.koranperdjoeangan.com

Saya adalah seorang buruh di sebuah perusahaan. Bekarja dari jam 08.00 hingga 16.00, merupakan pekerjaan yang menguras banyak waktu. Kalau soal hasil jangan ditanya, pasti semua mafhum. Tapi saya tidak demo. Bukan lantaran tak ingin mengubah nasib seperti kawan-kawan yang turun ke jalan untuk menuntut kenaikan upah. Tapi bagi saya, hal tersebut akan sia-sia kalau saja tuntutan itu tidak didengarkan oleh BIG BOS yang punya tempat kerja. Orang yang punya banyak duit.

Tapi saya tidak bermaksud menghalangi kawan-kawan untuk turun ke jalan. Turun ke jalan memang perlu, jika BIG BOS kita tidak sadar akan upah yang diberikan terlalu sedikit dibandingkan dengan kebutuhan sehari-hari yang kian hari bertambah tinggi. Meroket jauh ke angkasa, sementara honor masih tetap sama. Itu tidak fair.

Jika memang buruh se-Indonesia mogok kerja selama seminggu saja, bisa dibayangkan betapa khawatirnya BIG BOS kita. Bisa bangkrut perusahaan jika mempunyai target harian. Maka, buruh kalau mau didengar suaranya harus kompak.

Saya ingin menulis buruh tapi merdeka. Tapi apa bisa. Mungkin bisa, mungkin tidak. Sebab, kemerdekaan itu bukan soal kebebasan kerja dan upah yang tinggi. kemerdekaan bagi saya pribadi ialah cara berpikir. Pola pikir kitalah yang akan membuat kita tetap merdeka sebagai seorang buruh atau karyawan di sebuah perusahaan.

Pemilik perusahaan boleh saja berbuat semena-mena, tapi apa mereka ingat bahwa ada hari di mana mereka akan diabsen amal baik dan buruknya. Kita harus merdeka dari rasa takut akan lapar. Rasa takut akan ketidak mapanan. Toh, kemapanan itu juga akan berakhir di pemakaman. Jadi, pola pikir kita menentukan bagaimana kita menghadapi itu semua. Sulit memang. Bahkan tidak banyak orang yang bisa melakukan.
Tapi cobalah! Siapa tahu Anda bisa melakukannya. Saya pun masih berusaha untuk memerdekakan diri dari penjara duniawi. Selamat Hari Buruh Internasional, kawan.

MERDEKA!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selamat Datang Di Blog Bocah nDeso