Buruh Tapi Merdeka
www.koranperdjoeangan.com Saya adalah seorang buruh di sebuah perusahaan. Bekarja dari jam 08.00 hingga 16.00, merupakan pekerjaan yang menguras banyak waktu. Kalau soal hasil jangan ditanya, pasti semua mafhum . Tapi saya tidak demo. Bukan lantaran tak ingin mengubah nasib seperti kawan-kawan yang turun ke jalan untuk menuntut kenaikan upah. Tapi bagi saya, hal tersebut akan sia-sia kalau saja tuntutan itu tidak didengarkan oleh BIG BOS yang punya tempat kerja. Orang yang punya banyak duit . Tapi saya tidak bermaksud menghalangi kawan-kawan untuk turun ke jalan. Turun ke jalan memang perlu, jika BIG BOS kita tidak sadar akan upah yang diberikan terlalu sedikit dibandingkan dengan kebutuhan sehari-hari yang kian hari bertambah tinggi. Meroket jauh ke angkasa, sementara honor masih tetap sama. Itu tidak fair. Jika memang buruh se-Indonesia mogok kerja selama seminggu saja, bisa dibayangkan betapa khawatirnya BIG BOS kita. Bisa bangkrut perusahaan jika mempunyai target harian. M...